Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Makna Tiap Hari di Bulan Ramadhan

diposting oleh mr jarkoni on Sabtu, 18 Juli 2015

makna ramadhan
Sholat Tarawih Berjamaah

Makna bulan puasa terbagi menjadi 3 pembagian waktu yaitu : 

  • 10 hari pertama adalah Rahmah
  • 10 hari kedua maghfiroh 
  • 10 hari terakhir adalah ‘i tkun minannar (dijauhkan dari api neraka). 

Untuk lebih mendorong kita melaksanakan ibadah-ibadah pada siang maupun pada malam-malam ramadhan 1434 H seperti Qiyamullail / Sholat Tarawih, penilis salinkan dialog Ali bin Abi Thalib r.a. bersama Nabi kita Muhammad SAW dalam kitab "Durratun Nashihin" halaman 66 / 67 BAB 4 tentang "Fadhillah Bulan Ramadhan" sebagai berikut. "Ali bin Abi Thalib r.a. bertanya kepada Rosulullah SAW tentang Fadhillah Sholat Tarawih, Nabi kita SAW menjawab : Sholat Tarawih / Qiyamullail pada :

 
Lazada Indonesia
  • Malam 1   : Diampuni dosanya, bersih seperti bayi yang baru lahir.
  • Malam 2   : Diampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya yang mukmin.
  • Malam 3   : Malaikat memanggilnya dari bawah "Arasy" segeralah kamu beramal karena Allah mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu.
  • Malam 4   : Diberikan pahala sebanyak pahala membaca Taurat, Injil, Jabur dan Al Qur'an.
  • Malam 5   : Diberikan pahala seperti pahala shalat di Masjidil Haram, masjid Nabawi dan Masjid Aqsa.
  • Malam 6   : Seperti pahala tawaf di Baitul Makmur, setiap batu-batuan dan tanah liat beristighfar untuknya.
  • Malam 7   : Seolah-olah bertemu dengan Nabi Musa dan berjuang bersamanya melawan Fir'aun dan Haman.
  • Malam 8   : Diberi segala yang diterima Nabi Ibrahim AS
  • Malam 9   : Seolah-olah dia beribadah yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW
  • Malam 10 : Allah SWT memberinya kabaikan dunia dan akhirat
  • Malam 11 : Ia bakal meninggal dunia bersih dari segala dosa seperti bayi yang baru dilahirkan
  • Malam 12 : Dihari qiyamat wajahnya bercahaya seperti bulan purnama
  • Malam 13 : Kelak dihari qiyamat aman dari segala azab
  • Malam 14 : Dibebaskan dari hisab (perhitungan), para malaikat memberikan kesaksian atas ibadah sholat Tarawihnya
  • Malam 15 : Bersholawat / berdoa untuknya para malaikat penanggung aras dan kursi
  • Malam 16 : Dibebaskan dari siksa neraka dan bebas pula masuk surga
  • Malam 17 : Diberi pahala seperti yang diterima para Nabi
  • Malam 18 : Malaikat memenggilnya : "Ya Hamba Allah" engkau dan kedua bapak ibumu telah diridhoi oleh Allah SWT
  • Malam 19 : Derajatnya ditinggikan di Surga Firdaus
  • Malam 20 : Diberi pahala syuhada dan shalihin
  • Malam 21 : Dibangun sebuah gedung nur di surga
  • Malam 22 : Kelak di hari qiyamat aman dari bencana yang menyedihkan dan menggelisahkan
  • Malam 23 : Dibangun sebuah kota di surga
  • Malam 24 : Doa yang dipanjatkan sebanyak 24 doa dikabulkan
  • Malam 25 : Dibebaskan dari siksa kubur
  • Malam 26 : Pahala baginya ditingkatkan selama 40 tahun
  • Malam 27 : Melintasi shirat bagai kilat menyambar
  • Malam 28 : Ditinggikan derajatnya 1000 tingkat surga
  • Malam 29 : Diberi pahala sebanyak 1000 haji mabrur
  • Malam 30 : Diseru Allah dengan firmanNya : "Ya Hambaku, silahkan makan buah-buahan surga, silahkan mandi air salsabil dan minumlah dari telaga kautsar. Akulah Tuhanmu dan kamu adalah hambaKu"

    Terus terang penulis merasa bergidik dan merinding saat menulis malam demi malam makna hari-hari dibulan ramadhan..... Subhanallah. Ternyata memang benar makna hari-hari dibulan ramadhan penuh berkah dan ampunan. Insya Allah kita yang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan menjadi orang-orang yang bertaqwa. Amin

    baca selengkapnyaMakna Tiap Hari di Bulan Ramadhan

    Makna Qurban Idul Adha

    diposting oleh mr jarkoni on Kamis, 02 Oktober 2014

    Pejabat Bandhot biasanya pesan Terpedo

    Kurban berasal dari bahasa Arab yang disebut dengan qurbah yang artinya mendekatkan diri kepada Allah. Dalam ritual Idul Adha itu terdapat apa yang biasa disebut udlhiyah (penyembelihan hewan kurban). Pada hari itu kita menyembelih hewan tertentu, seperti domba, sapi, atau kerbau, guna memenuhi panggilan Allah. Idul Adha juga merupakan refleksi atas catatan sejarah perjalanan kebajikan manusia masa lampau yang ditorehkan Nabi Ibrahim. Idul Adha bermakna keteladanan Ibrahim yang mampu mentransformasi pesan keagamaan ke aksi nyata perjuangan kemanusiaan. Baca Hikmah dan Keutamaan Qurban Idul Adha----> disini.

    Selain bermakna mendekatkan diri kepada Tuhannya, tetapi juga mendekatkan diri kepada sesama, terutama mereka yang miskin dan terpinggirkan sebagai bentuk solidaritas sosial Islam, mendekatkan diri kepada saudara-saudara kita yang kekurangan. Dengan mendekatkan diri kepada mereka yang fakir, saat memiliki kenikmatan, kita wajib berbagi kenikmatan itu dengan orang lain. Ibadah kurban mengajak mereka yang mustadh’afiin untuk merasakan kenyang seperti Anda. Atas dasar spirit itu, peringatan Idul Adha dan ritual kurban memiliki tiga makna penting sekaligus.

    Pertama, makna ketakwaan manusia atas perintah sang Khalik. Kurban adalah simbol penyerahan diri manusia secara utuh kepada sang pencipta, sekalipun dalam bentuk pengurbanan seorang anak yang sangat kita kasihi.

    Kedua, makna sosial, di mana Rasulullah melarang kaum mukmin mendekati orang-orang yang memiliki kelebihan rezeki, akan tetapi tidak menunaikan perintah kurban. Dalam konteks itu, Nabi bermaksud mendidik umatnya agar memiliki kepekaan dan solidaritas tinggi terhadap sesama. Kurban adalah media ritual, selain zakat, infak, dan sedekah yang disiapkan Islam untuk mengejewantahkan sikap kepekaaan sosial itu.

    Ketiga, makna bahwa apa yang dikurbankan merupakan simbol dari sifat tamak dan kebinatangan yang ada dalam diri manusia seperti rakus, ambisius, suka menindas dan menyerang, cenderung tidak menghargai hukum dan norma-norma sosial menuju hidup yang hakiki.

    dicuplik dari : http://ruanghati.com/2009/11/26/makna-kurban-selamat-hari-raya-idul-adha-1430-h/
    baca selengkapnyaMakna Qurban Idul Adha

    Hikmah Keutamaan Qurban Idul Adha

    diposting oleh mr jarkoni

    gambar dari : http://www.paketinternet.info

    Hari Raya ‘Idul Adha, sebagai tamu istimewa akan segera tiba dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurban. Berikut ini mari kita menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut :

    Pertama
    Ketika Rasulullah SAW ditanya apa keutamaan yang akan peroleh dengan melaksanakan qurban , Rasulullah menjawab “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan".

    Kedua,
    Berkurban adalah ciri keislaman seseorang ketika dalam keadaan lapang. Bagaimana jika seorang umat ketika lapang tidak berqurban? Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

    Ketiga
    Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah. Dengan keikhlasan berqurban, maka tanduk-tanduk, kuku-kuku, dan bulu-bulu akan diterima Allah sebelum darah hewan yang disembelih menyentuh tanah.
    Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

    Keempat, Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
    “Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]

    Kelima, Berkurban adalah ibadah yang paling utama
    “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]
    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”
    “Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]
    Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

    Keenam, Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
    “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

    Ketujuh, Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim
    “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107]

    dicuplik dari : http://bolangcarecommunity.wordpress.com/2012/09/26/7-hikmah-dan-keutamaan-qurban-idul-adha/
    baca selengkapnyaHikmah Keutamaan Qurban Idul Adha

    Makna 10 hari terakhir bulan ramadhan

    diposting oleh mr jarkoni on Sabtu, 19 Juli 2014

    gambar dari : merdeka.com

    Banyak ulama sependapat bulan ramadhan terbagi menjadi 3 fase sebagai berikut Fase pertama, yaitu 10 hari pertama adalah sebagai fase rahmat, 10 hari kedua atau pertengahan adalah fase maghfiroh, serta fase ketiga atau 10 hari terakhir adalah fase pembebasan dari api neraka. Saat artikel ini diposting kita berada dalam fase ketiga, yaitu fase pembebasan dari api neraka.

    Manusia suri tauladan kita Rasulullah Muhammad SAW jika Ramadhan memasuki 10 hari terakhir, maka beliau semakin memaksimalkan diri dalam beribadah. Beliau menghidupkan malam harinya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Beliau sangat memerhatikan 10 hari terakhir bulan Ramadhan karena di dalamnya begitu banyak keutamaan yang bisa didapatkan pada waktu-waktu tersebut. Beberapa di antaranya :

    Pertama, bahwa pada 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan adalah turunnya lailatul qadr. Karena dijanjikan pada malam tersebut barang siapa saja yang beribadah kepada Allah SWT dengan penuh keimanan dan pengharapan kepada Allah SWT maka nilai ibadahnya sama dengan nilai ibadah selama 1.000 bulan yang juga berarti sama dengan 83 tahun 4 bulan. Subhanaallah.

    Kedua, bahwa sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan merupakan pamungkas bulan ini, sehingga hendaknya setiap insan manusia yang beriman kepada Allah SWT mengakhiri Ramadhan dengan kebaikan, yaitu dengan berupaya dengan semaksimal mungkin mengerahkan segala daya dan upayanya untuk meningkatkan ibadah pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Karena amal perbuatan itu tergantung pada penutupnya atau akhirnya. Semoga bermanfaat, selamat menjalankan ibadah puasa.

    baca selengkapnyaMakna 10 hari terakhir bulan ramadhan

    Keutamaan ramadhan hari ke 11 dan peristiwa penting

    diposting oleh mr jarkoni on Sabtu, 12 Juli 2014

    Hari ke-11 puasa dibulan Ramadhan 1435 H / 2014 M, bangsa Indonesia menyelenggarakan pemilihan presiden memiliki makna yang sangat suci dan mulia. Dibulan yang penuh rahmah, maghfiroh, dan 'i tkun minannar kita berharap hasil pilpres kali ini diberkahi oleh Tuhan YME.

    Keutamaan bulan Ramadhan pada tanggal pencoblosan yang bertepatan dengan tanggal 11 Ramadhan 1435 H ini, keutamaan hari ke-11 bulan ramadhan adalah tepat pada fase akhir dari sepertiga bagian awalnya yang disabdakan Nabi sebagai penuh rahmah dan juga merupakan mula dari fase mediumnya yang diyakini pula penuh maghfirah (ampunan) itu.

    Keutamaan bulan Ramadhan ternyata juga tercurah pada peristiwa pemilihan presiden dan wakil presiden RI yang pertama-tama kali oleh Pantia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tahun 1945 dulu juga berlangsung pada bulan Ramadhan. Sehingga, bermakna bersih dari segala dosa seperti bayi yang baru dilahirkan. (baca Malam 11: makna tiap hari di bulan ramadhan )

    Tercatat sebagai peristiwa-peristiwa penting di bulan Ramadhan yang mengiringi kelahiran RI, antara lain ialah:

    • PPKI dibentuk satu hari menjelang malam pertama bulan Ramadhan 1364H.
    • Amerika menjatuhkan bom ke kota Nagasaki yang berakibat lumpuhnya kekuatan Jepang tepat pada tanggal satu Ramadhan 1364H.
    • Pada tanggal dua Ramadhan 1364H Soekarno, Hatta dan Radjiman menemui Marsekal Terauchi di Vietnam untuk membicarakan kemerdekaan Indonesia.
    • Pada tanggal 6 Ramadhan 1364H Jepang menyerah kepada sekutu.
    • Pada malam hari sekitar pukul 22.00 tanggal 7 Ramadhan 1364H para pemuda yang dipimpin oleh Wikana mendatangi kediaman Soekarno untuk mendesak Proklamasi kemerdekaan dilakukan malam ini juga.
    • Dini hari pada 8 Ramadhan 1364H Soekarno dan Hatta di culik ke rengasdengklok.
    • Pada Jumat, 9 Ramadhan 1364H (17 Agustus 1945) adalah hari dimana kita memproklasmasikan kemerdekaan Indonesia.

    Keutamaan hari ke-11 bulan Ramadhan memang luar biasa terutama dalam momentum pilpres kali ini kita segenap bangsa Indonesia sangat berharap adanya ekuivalensi dengan peristiwa-peristiwa penting bangsa Indonesia yang bertepatan di bulan Ramadhan. Bangsa ini bisa menjadi bangsa yang besar, adil, makmur, sejahtera, mandiri, disegani oleh bangsa-bangsa lain. Amin 

    baca selengkapnyaKeutamaan ramadhan hari ke 11 dan peristiwa penting