Tampilkan postingan dengan label Batik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batik. Tampilkan semua postingan

Google Menyambut Hari Batik

diposting oleh mr jarkoni on Kamis, 02 Oktober 2014

Beginilah cara Google menyambut Hari Batik. Pada halaman pertama saat kita membuka www.google.com kita langsung disuguhi gambar enam orang yang mengenakan pakaian batik seperti gambar dibawah ini.

sumber gambar : www.google.com

Memaknai hari batik nasional 2 Oktober, kita sebagai bangsa yang besar perlu berbangga, meng-apresiasi, serta turut melestarikan warisan budaya luhur nenek moyang. Batik, sudah tak bisa dibantah oleh siapa saja bahwa batik merupakan warisan asli bangsa Indonesia. Beberapa bukti sejarah seperti prasasti lontar, maklumat raja, ensiklopedia, foto-foto kenegaraan, banyak menjelaskan soal batik sebagai keaslian Indonesia.

Dari artikel yang berasal dari www.undip.ac.id Batik, Identitas bangsa sejak Prasejarah dituliskan, Gagasan munculnya batik Indonesia diprakarsai oleh Ir. Soekarno pada tahun 1950, presiden pertama Republik Indonesia, yang menginginkan adanya batik yang menampilkan nilai seni budaya sebagai jatidiri bangsa sekaligus menyimbolkan pesan persatuan Indonesia. Sehingga batik pada masa yang akan datang tidak dikenal sebagai batik yang berasal dari daerah tertentu, tetapi batik yang mencerminkan persatuan Indonesia"

Bukti yang lebih lampau lagi berkat tulisan Sir Thomas Stamford Raffles dalam buku History of Java, 1817. Kita tahu, Raffles sempat menjadi Gubernur Inggris di Jawa. Selain teknik membatik, Raffles juga menguak Borobudur yang sempat 'hilang'.

Batik juga semakin menarik minat masyarakat barat karena seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel, memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam pada tahun 1873. Maka saat dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.

batik dengan pewarna tanaman mangrove. Semarang

Peran pemimpin negara juga sangat mempengaruhi kemasyuran batik seperti yang dilakukan Presiden Soeharto. Batik pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh mantan Presiden RI, Soeharto, yang kala itu memakai batik di Konferensi PBB bersama negara-negara lain. Batik juga pernah digunakan oleh tokoh-tokoh dunia, seperti Nelson Mandela, Barack Obama, Zinedine Zidane, Christiano Ronaldo (CR7) dan Bill Gates ketika bertandang ke Indonsia.

baca selengkapnyaGoogle Menyambut Hari Batik

Mangrove, CR7 dan Batik Mangrove

diposting oleh mr jarkoni on Kamis, 27 Juni 2013

batik mangrove
Batik Mangrove
Sebagai duta forum peduli mangrove, Cristiano Ronaldo pemain bola Real Madrid yang terkenal dengan julukan CR7 mungkin harus dikenalkan juga dengan Batik Mangrove. Sayangnya CR7 lebih suka berkaos selama lawatannya di Bali. Padahal tak jauh dari Bali, seorang perempuan bernama Lulut Sri Yuliani asal Rungkut, Surabaya melakukan aktifitas lingkungan berupa inovasi batik menggunakan bahan pewarna alami yang berasal dari tanaman bakau. Selain bakau sebagai bahan pewarna batik, Lulut juga memperkenalkan motif batik mangrove.


mangrove
Batik Bakau
Batik mangrove diproduksi dengan memanfaatkan hampir seluruh bagian tanaman bakau mulai dari akar, batang, dahan, daun dan bunga. Selain menghasilkan motif batik yang natural, produk batik ini juga ramah lingkungan dan mampu mengapresiasi kelestarian tanaman mangrove yang sudah dipercaya sebagai barrier/penahan abrasi pantai.

Bagaimana CR7? Apakah anda tidak penasaran, membatik dengan pewarna tanaman mangrove, memakainya sambil menanam mangrove bersama presiden SBY di Indonesia?

baca selengkapnyaMangrove, CR7 dan Batik Mangrove

Batik, mangroves in the canting

diposting oleh mr jarkoni on Rabu, 24 Agustus 2011

Batik and mangroves (mangrove) was remarkable collaboration. Because of all parts of the mangrove plants can be produced dyes for batik. Starting from the roots, stems, leaves, flowers and fruits of mangrove plants can produce natural dyes and exotic ingredients to inscribed in batik.

In addition to the dye, mangroves also have inspired the creation of batik motifs. Batik motif is growing mangroves in coastal areas where mangrove population is still quite awake. In reference to batik mangroves, there is a female character named Lulut Sri Yuliani. He started his activities in mangrove ecosystems in Rungkut, Surabaya. At first he introduced a variety of utilization of mangrove plants into various products ranging from processed food, soap, until finally he was introduced to batik dyes.
baca selengkapnyaBatik, mangroves in the canting

Batik Indonesia, the region of origin and diversity of motives

diposting oleh mr jarkoni

Batik Indonesia was not only exist in Pekalongan, Solo and Yogya, but almost all regions, especially in Java and some from outside Java has long had it. The cultural heritage of batik in Java has created hundreds of years ago.

From East End to West Indonesia, almost all regions have their batik patterns. From Medan, Padang, Palembang, Jambi, Bengkulu, Lampung, Cirebon, Garut, Tasikmalaya, Pekalongan, Banyumas, Jogjakarta, Solo, Lasem, Tuban, Sidoarjo, Tulungagung, Borneo, Bali, Lombok, Madura up (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep) and of course many others. (source: www.kitabbatik.com)

Batik motifs and regions of origin

source : http://batikindonesia.com
baca selengkapnyaBatik Indonesia, the region of origin and diversity of motives

World Batik Summit 2011

diposting oleh mr jarkoni

rasikafm.co.id
Batik, is an original masterpiece of Indonesia will now be further developed through the World Batik Summit 2011 event. UNESCO recognition would batik as an Indonesian cultural heritage of the original was released in 2009 ago. The recognition signifies that the Indonesian batik as a contribution in adding to the cultural richness of the world. All nations should mamakai batik, but may not claim them. Indonesian batik industry is a creative industry appreciated the noble values ​​of the local culture. Creativity is emphasized in batik patterns, motifs and patterns is where is the element of the philosophical roots of the noble values ​​of local culture.

In an effort to build an appreciation and enthusiasm batik internationally then Indonesia will host the international event Batik World Summit in 2011 titled "The Global Home of Batik Indonesia" scheduled to be held at Jakarta Convention Center Convention Center, 28 September to 2 October 2011.

Through this event is expected to be a promotional event for batik producers, practitioners, craftsmen, and the industry through world-scale exhibition.

Batik as an art and cultural heritage has been recognized by UNESCO as "Intangible Cultural Heritage" on October 2, 2009. So ... so who the (state), which has patents for batik? As to whether the development of the art of batik in Indonesia? Does every region in Indonesia has the potential of batik art? Taste-taste our younger generation have started to learn about batik.
baca selengkapnyaWorld Batik Summit 2011